Address
Jl. Lengkong No. 64-62, Cilacap, Central Java 53274
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 WIB - 18.00 WIB
Saturday: 08.00 WIB - 12.00 WIB
Address
Jl. Lengkong No. 64-62, Cilacap, Central Java 53274
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 WIB - 18.00 WIB
Saturday: 08.00 WIB - 12.00 WIB


Baca Juga: Peran Sistem Power Supply dalam Menjaga Operasi CEMS Tetap Aktif 24/7
Dalam era industri modern yang semakin menekankan aspek keberlanjutan dan kepatuhan lingkungan, keberadaan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian emisi. Namun, keandalan CEMS tidak hanya ditentukan oleh sensor dan analyzer, melainkan juga oleh sistem data logging yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan seluruh data emisi.
Sistem data logging dalam CEMS bertindak sebagai “otak” yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, serta mengirimkan data emisi secara berkelanjutan. Tanpa mekanisme pencatatan dan pengolahan data yang akurat, hasil pengukuran tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepatuhan regulasi maupun pengambilan keputusan operasional.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai fungsi, komponen, cara kerja, serta peran strategis data logging dalam sistem CEMS untuk pemantauan emisi industri.
Data logging pada CEMS adalah proses perekaman otomatis seluruh parameter emisi yang diukur oleh sistem pemantauan, kemudian menyimpannya dalam bentuk data digital yang terstruktur untuk keperluan pemantauan, analisis, dan pelaporan.
Sistem ini sering disebut sebagai Data Acquisition System (DAS), yaitu perangkat keras dan perangkat lunak yang berfungsi untuk:
Dengan demikian, data logging menjadi elemen krusial yang menjamin bahwa data emisi tidak hanya terukur, tetapi juga terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sistem data logging mencatat berbagai parameter yang berasal dari unit pengukuran CEMS, antara lain:
Semua parameter tersebut direkam secara kontinu pada interval waktu tertentu, misalnya setiap detik, setiap menit, atau dalam bentuk rata-rata per jam sesuai ketentuan regulasi.
Setiap analyzer dalam CEMS menghasilkan sinyal output yang mewakili hasil pengukuran. Sinyal ini dapat berupa:
Sinyal ini kemudian dikirim ke sistem DAS untuk diproses lebih lanjut.
Sebelum dikonversi menjadi data digital, sinyal analog perlu melalui proses kondisioning sinyal, yang mencakup:
Tahap ini penting untuk memastikan data yang diterima stabil, akurat, dan aman untuk sistem elektronik.
Karena sistem komputer hanya dapat membaca data digital, maka sinyal analog harus diubah menggunakan modul Analog-to-Digital Converter (ADC).
Proses ini menentukan resolusi dan presisi data. Semakin tinggi resolusi ADC, semakin detail data yang dapat direkam oleh sistem.
Setelah dikonversi menjadi data digital, sistem DAS akan:
Pada tahap ini juga dilakukan perhitungan awal seperti:
Pemrosesan awal ini sangat penting untuk memastikan data siap digunakan dalam pelaporan regulasi.
Data yang telah diproses disimpan dalam:
Penyimpanan data dilakukan secara berlapis untuk menjaga keamanan dan integritas data. Regulasi umumnya mewajibkan data emisi disimpan selama beberapa tahun sebagai arsip audit lingkungan.
Sistem DAS menyediakan tampilan melalui:
Operator dapat memantau:
Visualisasi ini membantu tim operasional dalam melakukan tindakan korektif lebih cepat jika terjadi peningkatan emisi.
Fungsi utama data logging adalah mendukung pelaporan resmi kepada otoritas lingkungan. Sistem DAS dapat menghasilkan laporan otomatis berupa:
Data yang dikategorikan sebagai invalid, seperti saat kalibrasi atau maintenance, akan ditandai secara khusus agar tidak masuk dalam perhitungan kepatuhan.
Sistem data logging CEMS dirancang untuk mengirimkan data ke berbagai sistem, antara lain:
Data dikirim secara otomatis ke server otoritas lingkungan, seperti SISPEK di Indonesia, menggunakan:
Transmisi ini memastikan pemantauan emisi dapat dilakukan secara real-time oleh regulator.
Regulasi emisi industri mewajibkan perusahaan untuk:
Tanpa sistem data logging yang andal, perusahaan berisiko mengalami ketidaksesuaian data yang dapat berdampak pada sanksi administratif maupun operasional.
Data historis emisi memungkinkan perusahaan untuk:
Dengan analisis data yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi sekaligus menekan emisi.
Data logging membantu mengevaluasi kinerja:
Ketika terjadi deviasi performa, sistem dapat mendeteksi sejak dini sebelum terjadi pelanggaran batas emisi.
Dalam proses audit lingkungan, data historis dari sistem CEMS menjadi bukti utama yang menunjukkan:
Hal ini penting dalam sertifikasi ISO lingkungan dan pelaporan keberlanjutan perusahaan.
Seiring perkembangan digitalisasi industri, data logging CEMS kini dapat diintegrasikan dengan:
Integrasi ini membuka peluang analisis lanjutan untuk strategi pengurangan emisi jangka panjang.
Sistem data logging merupakan komponen inti dalam Continuous Emission Monitoring System (CEMS) yang memastikan seluruh data emisi industri tercatat, tervalidasi, dan dapat digunakan secara efektif untuk kepatuhan regulasi maupun optimalisasi operasional.
Melalui proses akuisisi data, pemrosesan, penyimpanan, visualisasi, hingga pelaporan otomatis, data logging menjadi penghubung utama antara pengukuran teknis dan pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Dengan sistem data logging yang andal dan terintegrasi, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga membangun fondasi kuat menuju praktik industri yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan.
