Address
Jl. Lengkong No. 64-62, Cilacap, Central Java 53274
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 WIB - 18.00 WIB
Saturday: 08.00 WIB - 12.00 WIB
Address
Jl. Lengkong No. 64-62, Cilacap, Central Java 53274
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 WIB - 18.00 WIB
Saturday: 08.00 WIB - 12.00 WIB


Baca Juga: Sistem Pengambilan Sampel (Sampling System): Kunci Akurasi Pemantauan Emisi Industri
Pitot Tube Sensor adalah salah satu perangkat pengukuran aliran yang memiliki bentuk sederhana, namun menyimpan fungsi yang sangat penting dalam dunia teknik dan industri. Sensor ini biasanya berupa sebuah tabung kecil berbahan logam, memanjang, dengan satu lubang di bagian depan dan beberapa lubang kecil di sisi sampingnya. Bentuknya ramping, kokoh, dan dirancang untuk bertahan di lingkungan dengan tekanan serta suhu tinggi.
Di balik bentuknya yang terlihat sederhana, Pitot Tube Sensor memiliki cara kerja yang sangat menarik. Sensor ini tidak mengukur kecepatan fluida secara langsung menggunakan pergerakan mekanis, melainkan memanfaatkan sifat alami dari fluida yang mengalir: tekanan. Ketika udara atau cairan mengalir melewati Pitot Tube, sensor ini menangkap dua jenis tekanan yang berbeda: tekanan total dan tekanan statis.
Perbedaan di antara kedua tekanan inilah yang menjadi dasar utama perhitungan kecepatan aliran. Di sinilah kemudian DP (Differential Pressure) Transmitter berperan sebagai komponen penting yang mengubah nilai perbedaan tekanan menjadi sinyal listrik yang dapat diproses oleh sistem kontrol.
Ketika Pitot Tube ditempatkan di dalam aliran fluida, ujung lubang depannya akan menghadap lurus ke arah datangnya fluida. Saat fluida menabrak bagian depan Pitot Tube, aliran tersebut berhenti sesaat tepat di ujung lubang. Kondisi ini menghasilkan apa yang disebut sebagai tekanan total (total pressure).
Tekanan total ini bukan hanya tekanan biasa, tetapi gabungan antara tekanan statis fluida dan tekanan dinamis akibat gerakan fluida itu sendiri. Oleh karena itu, nilainya selalu lebih besar daripada tekanan statis di sekitarnya.
Sementara itu, di bagian samping badan Pitot Tube terdapat lubang-lubang kecil yang posisinya sejajar dengan arah aliran. Lubang-lubang ini tidak menerima hantaman langsung dari fluida yang mengalir. Di sinilah diukur tekanan statis, yaitu tekanan alami fluida saat berada dalam kondisi mengalir tanpa gangguan.
Kedua jenis tekanan ini kemudian disalurkan melalui selang kecil menuju DP Transmitter. Proses ini berlangsung secara kontinyu selama aliran tetap ada, sehingga sensor selalu mendapatkan data tekanan secara real-time.
Dengan cara kerja seperti ini, Pitot Tube bisa diibaratkan sebagai “indra peraba” yang merasakan perubahan energi pada fluida yang mengalir melewatinya.
DP Transmitter merupakan perangkat yang dirancang untuk menerima dua input tekanan sekaligus. Satu sisi menerima tekanan dari lubang depan Pitot Tube (tekanan total), sedangkan sisi lainnya menerima tekanan dari lubang samping (tekanan statis).
Di dalam DP Transmitter terdapat sensor internal yang membandingkan kedua tekanan tersebut. Perbedaan di antara keduanya dikenal sebagai ΔP (Delta Pressure) atau tekanan diferensial.
Nilai ΔP ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kecepatan aliran fluida. Semakin besar perbedaan tekanan yang terdeteksi, semakin besar pula kecepatan aliran fluida tersebut.
Setelah menghitung selisih tekanan, DP Transmitter mengubah hasil tersebut menjadi sinyal listrik yang bisa dikenali oleh sistem lain. Sinyal ini biasanya berupa 4–20 mA atau sinyal digital. Dari sinilah data kecepatan aliran ditampilkan di panel kontrol, layar monitor, atau sistem monitoring jarak jauh.
Tanpa keberadaan DP Transmitter, tekanan yang ditangkap oleh Pitot Tube hanya akan menjadi data fisik tanpa arti praktis bagi sistem kontrol.
Yang menarik dari kombinasi Pitot Tube Sensor dan DP Transmitter adalah bagaimana sesuatu yang bersifat fisik, seperti tekanan fluida, dapat diubah menjadi informasi digital yang bisa dibaca oleh manusia melalui layar komputer.
Aliran prosesnya terjadi secara halus dan terus menerus:
Semua proses ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan berulang setiap detik. Inilah sebabnya data dari Pitot Tube dapat digunakan untuk monitoring real-time, baik dalam sistem sederhana maupun dalam jaringan industri yang kompleks.
Pitot Tube Sensor memiliki karakteristik yang membuatnya mudah dikenali dan banyak digunakan:
Karakteristik inilah yang membuat Pitot Tube sering dipilih untuk penggunaan jangka panjang di lingkungan industri.
Di dalam sistem ducting udara misalnya, Pitot Tube dapat terpasang selama bertahun-tahun tanpa perlu diganti, selama tidak mengalami kerusakan fisik atau penyumbatan pada lubangnya.
Dalam sebuah pabrik, Pitot Tube biasanya dipasang di beberapa titik strategis:
Sensor ini seperti “berdiri diam” di satu titik, sementara fluida terus mengalir melewatinya. Ia tidak menghalangi aliran, tidak menyebabkan turbulensi besar, dan bekerja secara senyap. Namun meskipun begitu, data yang dihasilkannya sangat penting untuk menjaga stabilitas keseluruhan sistem.
Teknisi atau operator biasanya hanya melihat angka di layar monitor, tanpa menyadari bahwa ada sebuah tabung kecil di dalam pipa yang sedang bekerja tanpa henti menangkap tekanan dan menerjemahkannya menjadi informasi.
Secara teori, Pitot Tube menggunakan prinsip Bernoulli yang menyatakan bahwa energi fluida berkaitan dengan tekanan dan kecepatan. Perbedaan tekanan yang diukur oleh DP Transmitter dapat digunakan untuk menghitung kecepatan aliran menggunakan rumus:
V = √(2ΔP / ρ)
Di mana:
Namun dalam praktiknya, proses ini sudah diprogram di dalam sistem, sehingga pengguna tidak perlu menghitungnya secara manual. Yang diterima oleh operator hanyalah data kecepatan aliran yang sudah siap dibaca.
Rumus ini bekerja diam-diam di balik layar, sementara Pitot Tube dan DP Transmitter menjadi alat pengumpul dan pengolah data di lapangan.
Pitot Tube bisa digunakan untuk berbagai jenis fluida, antara lain:
Penggunaan yang paling umum adalah pada aliran gas dan udara, karena karakteristik fluida ini sangat cocok dengan metode pengukuran tekanan diferensial.
Di industri pemrosesan, Pitot Tube sering digunakan untuk memastikan bahwa aliran udara atau gas berada dalam kisaran yang diinginkan untuk mendukung proses produksi.
Pitot Tube Sensor dan DP Transmitter adalah contoh nyata bagaimana prinsip fisika sederhana dapat diterapkan menjadi teknologi penting dalam dunia modern. Dengan memanfaatkan perbedaan tekanan, alat ini mampu memberikan informasi kecepatan aliran yang akurat dan konsisten.
Melalui perpaduan tabung kecil yang bersentuhan langsung dengan fluida dan perangkat elektronik yang cerdas, data aliran fluida dapat dikonversi menjadi informasi yang berguna bagi manusia dan sistem otomatisasi.
Di balik dinding pipa, di dalam ducting, atau di cerobong tinggi, Pitot Tube terus bekerja mengukur, menerjemahkan, dan menyampaikan data — tanpa suara, tanpa gangguan, namun dengan peran yang sangat besar.
Itulah esensi dari Pitot Tube Sensor dalam pengukuran aliran berbasis DP Transmitter: sederhana, diam, namun berpengaruh besar.
