Address
Jl. Lengkong No. 64-62, Cilacap, Central Java 53274
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 WIB - 18.00 WIB
Saturday: 08.00 WIB - 12.00 WIB
Address
Jl. Lengkong No. 64-62, Cilacap, Central Java 53274
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 WIB - 18.00 WIB
Saturday: 08.00 WIB - 12.00 WIB


Baca Juga: Bagaimana Flowmeter Membantu Deteksi Dini Masalah dan Optimasi Operasional Pabrik?
Dalam dunia industri modern, akurasi dan keandalan dalam pengukuran aliran fluida menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan kualitas produk. Baik di sektor energi, manufaktur, kimia, hingga pengolahan limbah, sistem monitoring aliran memegang peranan yang sangat vital. Salah satu kombinasi perangkat yang terbukti efektif, ekonomis, dan banyak digunakan adalah Pitot Tube dan DP (Differential Pressure) Transmitter.
Pitot Tube Sensor (sering dikombinasikan dengan DP Transmitter) adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran fluida seperti udara atau cairan. Prinsip kerjanya terbilang sederhana, yakni mengukur perbedaan tekanan (ΔP) antara tekanan total dan tekanan statis yang dihasilkan oleh aliran fluida. Meskipun sederhana, metode ini telah digunakan selama puluhan tahun karena keandalannya di berbagai kondisi operasional.
Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana Pitot Tube dan DP Transmitter bekerja, mengapa kombinasi keduanya sangat efektif untuk sistem monitoring aliran, serta bagaimana penerapannya di berbagai industri.
Pitot Tube adalah jenis sensor aliran yang digunakan untuk mengukur kecepatan fluida yang mengalir di dalam pipa atau saluran terbuka. Alat ini pertama kali dikembangkan oleh Henri Pitot, seorang insinyur asal Prancis, dan hingga hari ini masih menjadi salah satu metode pengukuran kecepatan aliran yang paling banyak digunakan.
Pitot Tube biasanya berbentuk seperti pipa kecil dengan dua lubang utama:
Kedua lubang ini memiliki peran berbeda tetapi saling melengkapi dalam proses pengukuran.
Ketika fluida (baik udara maupun cairan) mengalir dalam sebuah pipa atau ducting dan melewati Pitot Tube, maka:
Lubang ini menghadap langsung ke arah aliran fluida. Ketika fluida menabrak ujung Pitot Tube, kecepatannya berhenti sesaat (stagnation point). Keadaan ini menghasilkan tekanan total, yang merupakan gabungan dari tekanan statis dan tekanan dinamis.
Tekanan total inilah yang ditangkap oleh lubang depan Pitot Tube.
Lubang samping terletak sejajar atau tegak lurus terhadap arah aliran. Lubang ini tidak terkena hantaman langsung fluida yang bergerak, sehingga hanya mengukur tekanan statis, yaitu tekanan alami fluida saat sedang mengalir tanpa dipengaruhi kecepatannya.
Perbedaan antara tekanan total (lubang depan) dan tekanan statis (lubang samping) inilah yang nantinya digunakan untuk menghitung kecepatan aliran.
Pitot Tube tidak bekerja sendirian. Agar data tekanan yang diukur dapat diolah menjadi nilai kecepatan aliran yang berguna, dibutuhkan DP Transmitter atau Differential Pressure Transmitter.
DP Transmitter menerima dua input tekanan:
Kedua tekanan ini kemudian dibandingkan untuk mendapatkan perbedaan tekanan (ΔP). Nilai ΔP inilah yang mewakili tekanan dinamis, yaitu tekanan yang dihasilkan oleh gerakan fluida.
Semakin besar kecepatan aliran, maka semakin besar pula nilai ΔP yang terukur.
Setelah mendapatkan nilai ΔP, DP Transmitter mengonversinya menjadi sinyal listrik standar industri, seperti:
Sinyal ini kemudian dikirim ke:
Melalui sistem kontrol ini, data kecepatan aliran dapat ditampilkan secara real-time, direkam, dan dianalisis.
Sistem kontrol menggunakan prinsip fisika yang dikenal sebagai Hukum Bernoulli untuk menghitung kecepatan aliran fluida.
Rumus yang digunakan adalah:
V = √(2 ΔP / ρ)
Dimana:
Dari rumus ini terlihat bahwa kecepatan fluida berbanding lurus dengan perbedaan tekanan dan berbanding terbalik dengan densitas fluida. Jika tekanan dinamis meningkat, maka kecepatan aliran juga meningkat.
Proses singkatnya:
Pitot Tube → Mengukur tekanan → DP Transmitter → Menghitung ΔP → Sistem kontrol → Menghitung kecepatan aliran
Kombinasi Pitot Tube dan DP Transmitter memiliki banyak keunggulan dibandingkan metode pengukuran aliran lainnya, di antaranya:
Pitot Tube tidak memiliki bagian bergerak, sehingga risikonya lebih kecil terhadap kerusakan mekanis. Hal ini membuatnya cocok untuk lingkungan industri yang keras.
Jika dipasang dengan benar dan dikalibrasi secara tepat, sistem ini mampu memberikan hasil pengukuran yang sangat akurat, terutama untuk aliran gas seperti udara dan gas buang.
Dibandingkan flow meter jenis elektromagnetik atau ultrasonic, Pitot Tube + DP Transmitter relatif lebih terjangkau, baik dari segi pembelian maupun perawatan.
Sistem ini dapat digunakan untuk:
Dalam Continuous Emission Monitoring System (CEMS), pengukuran kecepatan aliran gas di cerobong merupakan parameter penting untuk menentukan laju emisi suatu polutan. Pitot Tube sering digunakan sebagai sensor kecepatan aliran gas buang, karena mampu bekerja pada suhu tinggi dan kondisi lingkungan ekstrem.
Data kecepatan aliran ini kemudian dikombinasikan dengan data konsentrasi gas (SO₂, NOx, CO, CO₂) untuk menghitung mass flow atau laju emisi total yang dilepaskan ke atmosfer.
Dengan demikian, Pitot Tube dan DP Transmitter menjadi komponen vital dalam memastikan kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan.
Agar hasil pengukuran maksimal dan akurat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam instalasi:
Jika Anda ingin meningkatkan keandalan sistem monitoring aliran di fasilitas industri Anda, kombinasi Pitot Tube dan DP Transmitter adalah solusi yang tepat. Sistem ini tidak hanya memberikan data real-time yang akurat, tetapi juga membantu mengoptimalkan proses, mengurangi pemborosan energi, dan meningkatkan keselamatan operasional.
Dengan pemilihan alat yang tepat, instalasi yang benar, serta perawatan berkala, sistem ini dapat bekerja secara optimal selama bertahun-tahun tanpa gangguan berarti.
Baik untuk aplikasi di ducting udara, cerobong asap, pipeline, maupun sistem ventilasi industri, Pitot Tube dan DP Transmitter adalah investasi cerdas untuk masa depan operasional yang lebih efisien dan terkontrol.
